"Cikgu Dini, cikgu Dini....saye dah selesai..."
Begitulah sapaan Lin. Menjadi special adalah ...ia selalu memanggilku dengan namaku : Cikgu Dini, dalam hal apapun. Dan, aku merasa bahagia dibuatnya. :)
Lin, si putri china. Aku pun miliki pandangan khusus untuknya. Matanya yang kecil nan bulat, hidung tak begitu mancung, pipi gebu dan kulit yang sangat putih. Tahun depan ia sudah harus masuk Tadika 6 tahun. Alhamdulillah, selama satu bulan berinteraksi denganku, ada kemajuan. Ya, kemajuan yang sangat berarti bagiku. Di awal, aku masih sangat berhati-hati tuk mengajarinya mengeja huruf-huruf hijaiyah. Dahulu, ketika aku selalu mengulang bacaannya yang belum lancar, mendadak raut wajah yang semangat tiba-tiba melemah, tertunduk...dan air mata mulai menggantung di kedua pelupuk matanya. Aku jadi sedikit risau.
Hingga, hari-hari berikutnya pun demikian. Selepas, aku komunikasikan pada ibunya, Lin memang demikian, sedikit sensitif. Intinya, ia hanya mau membaca sekali, ahh Lin heehe..
Kini, wajah sendu itu berubah 180 derajat!
Setiap berjumpa, senyumnya sudah menggantung di wajah, aku pun membalas tuk tersenyum lebih manis lagi ...:))
Sapaan, cikgu dini pun semakin familiar di telingaku, tentunya diiringi dengan semangat membacanya pula...ahh Lin....anakku, Alhamdulillah :)
Dini Rahmajanti (Dee)
Semenanjung Malaysia.
No comments:
Post a Comment